1 Karakteristik belajar orang dewasa. Pendidikan orang dewasa adalah suatu usaha yang ditujukan untuk pengembangan diri yang dilakukan oleh individu tanpa paksaan legal, tanpa usaha menjadikan bidang utama kegiatannya (Reeves, Fansler, dan Houle dalam Supriyanto, 2007).
2. Hormon kehamilan Kehamilan ternyata juga dapat menjadi salah satu penyebab gigi goyang, lho! Peningkatan hormon progesteron dan estrogen selama masa kehamilan dapat menyebabkan jaringan ikat dan tulang di sekitar gigi longgar sehingga gigi Anda lebih mudah goyah. Di samping itu, ibu hamil memang tergolong lebih rentan untuk mengalami berbagai masalah gigi dan mulut lainnya yang juga disebabkan oleh kenaikan hormon. Kadar progesteron yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri di dalam mulut sehingga membuat ibu hamil rentan sakit gigi. Persatuan Dokter Gigi Indonesia PDGI mengungkapkan, ibu hamil cenderung rentan mengalami radang gusi gingivitis di trimester awal kehamilan. Umumnya gejala gingivitis mulai terasa pada bulan kedua dan memuncak sekitar bulan ke delapan. Gingivitis adalah infeksi bakteri yang membuat gusi bengkak dan mudah berdarah. Jika tidak diobati, gingivitis bisa menyebar ke seluruh bagian mulut lainnya. Gusi yang bengkak dan mudah berdarah dapat membuat gigi di atasnya terasa lebih mudah goyah. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter gigi bila gigi Anda terasa goyang selama hamil. Jangan mengabaikan gejala apa pun yang muncul pada gigi dan mulut Anda. Terutama bila sebelum hamil Anda sudah mengalami masalah gigi dan mulut. Hal ini penting agar Anda dapat mendeteksi kemungkinan adanya masalah lain pada gigi dan mulut. Ingat! Kesehatan Anda juga akan memengaruhi kesehatan janin. 3. Osteoporosis Osteoporosis adalah pengeroposan yang terjadi akibat terkurasnya cadangan mineral kalsium dari dalam tulang. Kondisi ini umumnya terjadi pada tulang penyokong badan, seperti tulang punggung dan pinggang. Meski jarang terjadi, gigi dapat ikut terpengaruh karena gigi dan jaringan tulang penyokongnya sama-sama terbuat dari mineral kalsium juga. Menurut National Institute of Health, wanita yang mengalami osteoporosis 3 kali lebih mungkin mengalami gigi goyang dibanding yang tidak memiliki osteoporosis. Osteoporosis dapat menyerang jaringan tulang rahang yang menyokong gigi. Tulang rahang yang rapuh tidak mampu menopang gigi sekuat sebelumnya, sehingga gigi Anda akan goyang atau bahkan copot. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati osteoporosis juga dapat berdampak pada gigi. Satu penelitian menunjukkan bahwa pengeroposan tulang rahang lebih rentan dialami oleh orang yang menggunakan obat bisfosfonat melalui pembuluh darah infus/suntik untuk mengatasi osteoporosis mereka. 4. Cedera pada gigi Cedera yang mengenai bagian mulut dan wajah merupakan penyebab tersering gigi goyang. Umumnya cedera terjadi akibat kecelakaan, terjatuh, atau pukulan benda tumpul yang mengenai bagian wajah selama perkelahian. Sebagian orang juga ada yang mengalami cedera gigi karena teknik perawatan gigi yang salah. Misalnya, kawat gigi yang terlalu kencang atau pemakaian gigi palsu yang tidak pas. Dalam kasus yang parah, cedera di bagian mulut juga bisa menyebabkan kerusakan pada tulang dan jaringan penyokong gigi serta gigi patah. Bila Anda mengalami cedera pada area gigi dan mulut, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter gigi. Kalau dilihat sekilas dengan mata telanjang, gigi Anda mungkin tampak baik-baik saja. Namun, bagian tulang dan jaringan penyokong gigi Anda bisa saja mengalami masalah yang perlu diobati segera. Jadi, jangan sepelekan cedera yang mengenai area sekitar mulut, ya! 5. Menggemeretakkan gigi Kebiasaan menggemeretakkan, menggesekkan, atau mengeratkan gigi juga bisa jadi penyebab gigi goyang. Sebagian orang cukup sering melakukan hal ini tanpa sadar ketika sedang tidur, panik, atau stres. Dalam istilah medis, kebiasaan menggemeretakkan gigi disebut dengan bruxism. Bruxism yang dilakukan secara sengaja maupun tidak dapat menjadi penyebab gigi goyang. Ini karena gesekan dan tekanan kuat yang diterima terus-terusan oleh gigi dapat melonggarkan akar gigi dari gusi dan tulang penyokongnya. Biasanya gigi baru terasa goyah begitu rahang Anda terasa sakit. Kondisi ini juga bisa menyebabkan gigi sensitif, kelainan dagu, sakit kepala, gigi berantakan, dan masalah lainnya. Selain menggemeretakkan gigi, kebiasaan yang sering dilakukan sehari-hari juga bisa menyebabkan gigi mudah goyang. Misalnya saja menggigit sesuatu yang keras es batu, kuku, ujung pensil/ pulpen dan mengunyah makanan terlalu kencang. Risiko ini biasanya terjadi pada orang-orang yang sebelumnya sudah punya riwayat masalah gigi lebih dulu, seperti gigi berlubang. Kondisi gigi yang sudah lemah ini lebih berisiko mudah goyang dan bahkan patah karena dipaksa terus-terusan menahan tekanan yang besar. 6. Perawatan ortodonti Ortodonti adalah perawatan untuk meluruskan atau memperbaiki penampilan gigi. Salah satu perawatannya adalah pemasangan kawat gigi. Nah ternyata, perawatan ini juga bisa menjadi penyebab gigi goyang pada orang dewasa. Pemasangan kawat gigi akan membuat posisi gigi berpindah, prosesnya disebut remodeling. Tekanan dari kawat membuat sel-sel bernama osteoblas dan osteoklas yang berfungsi untuk pembentukan tulang yang baru terbentuk di sekitar akar gigi. Kemudian, gigi perlahan-lahan akan bergerak ke posisi yang benar. Jadi, bila Anda sedang menggunakan kawat gigi dan merasa gigi Anda sedikit longgar, jangan khawatir karena hal ini normal terjadi. Setelah remodeling selesai, gigi akan menetap di posisinya yang baru dan tidak goyang lagi. 7. Diabetes Tidak hanya penyakit gigi, penyakit lainnya seperti diabetes juga sering membuat gigi orang dewasa goyah. Penderita diabetes biasanya memiliki kadar gula darah yang buruk. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit gusi. Bila diabetes Anda tidak dikendalikan dengan benar, maka kandungan gula darah di mulut akan memicu pertumbuhan bakteri. Di saat yang sama, diabetes juga membuat kemampuan tubuh dalam melawan infeksi jadi berkurang. Alhasil, Anda lebih rentan terkena penyakit gusi dan periodontitis. Penyakit tersebut bisa menyebabkan gigi goyang dan tanggal bila tidak diobati. Lalu, bisakah gigi goyang diobati? Gigi goyang dapat diatasi dengan berbagai cara, tapi penanganannya sangat tergantung dengan penyebabnya. Beberapa orang mungkin disarankan untuk melakukan perawatan gigi sederhana karena penyebabnya tergolong ringan. Di sisi lain, ada pula orang yang perlu menjalani operasi pengangkatan gigi guna mencegah komplikasi. Inilah mengapa Anda perlu memahami apa yang menjadi penyebab gigi goyang sebelum menentukan metode penanganan yang tepat.
Imperialismekuno adalah upaya suatu negara mencari tanah jajahan karena terdorong 3g (gold, gospel, glory). Pernyataan Yang Tidak Benar Berkaitan Dengan Bentuk Imperialisme Kuno Adalah. Pendidikancoid secara etimologi imperialisme ini berasal dari kata latin yakni kata imperare yang artinya itu memerintah. Pada imperialisme kuno memaksakan
Jumlah gigi orang dewasa dan anak-anak berbeda. Pada anak-anak terdapat 20 gigi susu, sedangkan pada orang dewasa terdapat 32 gigi tetap. Agar jumlah gigi tidak berkurang dan fungsinya tetap terjaga, perawatan gigi perlu dilakukan sejak dini. Semua gigi susu anak biasanya sudah tanggal dan berganti menjadi gigi tetap di usia 12–14 tahun. Di usia ini, gigi anak yang semula berjumlah 20 buah akan bertambah hingga berjumlah 32 buah saat ia beranjak dewasa di usia 17–21 tahun. Setelah tumbuh 28 gigi, akan tumbuh empat gigi tambahan untuk melengkapi jumlah keseluruhan gigi menjadi 32 buah. Gigi terakhir yang tumbuh ini disebut gigi bungsu. Letak, Peran, dan Jumlah Gigi Orang Dewasa Gigi adalah bagian paling keras pada tubuh manusia. Fungsi gigi yang utama adalah mencerna makanan di mulut, mulai dari mengoyak, mengunyah, sampai menghaluskan makanan. Selain itu, gigi juga memengaruhi kemampuan dan kejelasan dalam bicara. Masing-masing gigi memiliki letak, bentuk, dan peran yang berbeda. Berikut ini adalah jenis-jenis gigi orang dewasa 1. Gigi seri Gigi seri terletak di bagian tengah deretan gigi dan berjumlah 8 buah, yaitu 4 di rahang atas dan 4 di rahang bawah. Gigi ini memiliki peranan untuk menggigit dan memotong makanan. 2. Gigi taring Gigi taring berjumlah 4 buah, yaitu 2 di rahang atas dan 2 di rahang bawah. Letaknya di sebelah gigi seri dan berfungsi untuk merobek makanan. 3. Gigi premolar Gigi premolar berjumlah 8 buah. Letaknya di antara gigi taring dan gigi geraham. Fungsi gigi ini adalah untuk mengunyah dan menggiling makanan. 4. Gigi geraham Gigi geraham berjumlah 8 buah dan letaknya di deretan belakang gigi atau berdekatan dengan pipi bagian dalam. Gigi ini berfungsi menggiling makanan sampai lembut. 5. Gigi bungsu atau geraham bungsu Gigi bungsu berjumlah 4 buah. Keberadaan gigi ini kadang dapat mengganggu posisi gigi lain, sehingga harus dihilangkan melalui operasi. Sama seperti gigi premolar, gigi geraham bungsu juga berperan untuk mengunyah dan menggiling makanan. Manfaat Merawat Gigi Sejak Dini Agar jumlah gigi dewasa tetap 32 dan kondisinya utuh, Anda disarankan untuk merawat gigi sedini mungkin. Merawat gigi bukan hanya dengan menjaga kebersihannya, tapi juga memerhatikan susunan dan bentuknya. Gigi yang normal harusnya tidak berlubang, kuat, dan rapi susunannya. Salah satu langkah penting dalam perawatan gigi adalah melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi secara rutin, sejak dini. Pemeriksaan ini bahkan seharusnya sudah dilakukan sejak kanak-kanak. Saat memeriksa gigi, dokter gigi akan mengevaluasi pergeseran dan keselarasan gigi antara rahang atas dan bawah. Ada beberapa keuntungan memeriksa dan merawat gigi sejak dini, di antaranya Mendeteksi adanya masalah pada gigi, seperti gigi berlubang atau karang gigi Mengurangi risiko gigi seri bagian atas lebih menonjol Menyelaraskan lebar lengkung gigi Menjaga pertumbuhan rahang tetap normal Memperbaiki gangguan bicara akibat kelainan pada gigi Meningkatkan estetika wajah dan gigi Mengurangi kemungkinan gigi permanen tumbuh dalam posisi yang salah Gigi bukan hanya berfungsi untuk menggigit dan mengunyah makanan, melainkan juga memengaruhi penampilan wajah. Jumlah gigi orang dewasa dapat berkurang bila tidak dirawat dengan baik. Jika sudah terlanjur rusak atau tanggal, gigi dewasa akan sulit untuk diperbaiki dan tidak mungkin tumbuh kembali. Oleh karena itu, rawatlah gigi dengan baik dan pastikan untuk memeriksakan gigi secara berkala ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.
Pernyataanyang benar berkaitan dengan peristiwa di atas adalah A1 dan 2 B2 dan from AA 1. Study Resources. Main Menu; by School; by Literature Title; by Subject; Textbook Solutions Expert Tutors Earn. Main Menu; Pernyataan yang benar berkaitan dengan peristiwa di atas adalah
Tahukah Anda bahwa terdapat beberapa kebiasaan buruk yang merusak gigi orang dewasa? Waspada, jangan sampai gigi Anda rusak gara-gara kebiasaan tersebut!Memiliki gigi yang sehat, putih, dan bersih adalah dambaan setiap orang. Namun, mewujudkan hal tersebut tidaklah semudah mengedipkan mata. Pasalnya, terdapat beberapa kebiasaan buruk yang merusak gigi, yang mungkin Anda lakukan tanpa kebiasaan buruk tersebut tidak langsung menyebabkan dampak buruk pada kesehatan gigi. Namun, apabila dilakukan secara terus-menerus, risiko kerusakan gigi akan terus meningkat seiring waktu. Risiko ini bisa melonjak sangat tinggi jika Anda juga tidak merawat gigi dan mulut dengan dari 1Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak GigiBerikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk yang merusak gigi 1. MerokokTak hanya mengganggu kesehatan tubuh, merokok juga dapat merusak gigi, gusi dan mulut. Hal ini bisa terjadi karena rokok terdiri atas tembakau, tar, nikotin, karbon monoksida, amonia dan zat berbahaya lainnya yang bisa mengiritasi rongga mulut. Tidak hanya sekedar iritas, kebiasaan merokok juga sering dihubungkan dengan terjadinya gigi kuning, peradangan gusi atau gingivitis, gusi menghitam, bau mulut, hingga penyakit kanker mulut. Artikel lainnya Kebiasaan Buruk Yang Bisa Merusak Gigi Anak 2. Bernapas dengan Mulut Kebiasaan ini umumnya dilakukan saat mengalami gangguan napas atau hidung tersumbat. Memang, bernapas dengan mulut dapat membantu meringankan keluhan tersebut. Akan tetapi, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan rahang atas menyempit sehingga menyebabkan gigi berjejal atau tidak beraturan. Selain itu, kebiasaan bernapas dengan mulut juga bisa memicu peradangan pada gusi serta bau mulut alias halitosis. 3. Konsumsi Minuman SodaTerlalu sering konsumsi minuman soda atau berkarbonasi akan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan gigi. Ini karena jenis minuman tersebut memiliki kandungan asam, gula dan karbonasi, yang dapat mempercepat pertumbuhan bakteri jahat di dalam mulut. Di samping itu, kandungan yang ada pada minuman bersoda juga bisa mempercepat terjadinya proses pengikisan lapisan enamel gigi yang merupakan lapisan luar pelindung gigi. Lapisan enamel gigi yang terkikis dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif dan mudah berlubang. 4. Menggemeretakkan Gigi Kebiasaan menggemeretakkan gigi dikenal dengan istilah bruxism. Kebiasaan ini umumnya dipicu oleh stres, kecemasan, dan frustasi. Bruxism biasanya terjadi pada malam hari, di saat sedang tidur dan tidak disadari oleh penderitanya. Bruxism mengakibatkan kerusakan pada lapisan atau permukaan gigi, yang memicu gigi sensitif serta dapat menimbulkan gangguan pada sendi rahang. Kebiasaan buruk ini juga bisa mengganggu orang-orang di sekitar Anda, karena suara gemeretaknya yang bisa terdengar nyaring. Artikel lainnya Hindari Kebiasaan Ini Agar Gigi Lebih Sehat! 5. Mengunyah Hanya pada Satu Sisi GigiKebiasaan mengunyah pada satu sisi gigi berisiko menimbulkan gangguan pada sendi rahang, rasa sakit pada rahang, hingga sakit kepala atau migrain. Keluhan tersebut terjadi karena otot-otot pengunyahan tidak bekerja secara seimbang, dan sendi pada sisi yang dipakai mengunyah bekerja secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan cedera pada struktur sendi dan otot yang berkaitan. 6. Mengonsumsi Makanan Lengket dan Manis Makanan manis, seperti cokelat, permen karet, dan lolipop memang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi. Tapi ternyata, yang paling merusak gigi adalah jenis permen lengket yang dapat menempel erat di permukaan gigi. Permen gummy, jelly beans dan permen karamel akan menempel di bagian leher gigi sampai mereka larut atau meleleh seluruhnya. Hal ini menyebabkan gigi terendam dalam cairan gula, yang dapat menarik perhatian kuman penghasil zat asam. Nah, zat asam itulah yang akan merusak permukaan email gigi. 7. Membuka Kemasan dengan GigiSering membuka kemasan makanan dengan gigi? Jika ya, Anda sebaiknya waspada. Sebab, hal tersebut termasuk sebagai salah satu kebiasaan buruk yang merusak gigi. Fakta menyebutkan bahwa kebiasaan membuka kemasan makanan atau tutup botol dengan gigi dapat menyebabkan gigi retak atau patah. Jika kondisi tersebut terjadi, tindakan penambalan gigi sangatlah diperlukan. Pada kasus yang parah, pasien bahkan perlu mendapat perawatan saraf gigi yang intensif. Artikel lainnya 3 Hal yang Bisa Memperburuk Kondisi Gigi Sensitif 8. Minum Kopi Terlalu Sering Beberapa orang memang merasa harus memulai harinya dengan minum kopi. Tapi, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini juga dapat menjadi penyebab gigi rusak pada orang dewasa? Kopi mengandung senyawa yang dapat mengurangi produksi air ludah di dalam mulut. Sebagai akibatnya, Anda bisa mengalami gigi kuning, mulut kering, dan gigi berlubang. Jadi, jika Anda termasuk coffee person’ yang tidak ingin mengalami keluhan tersebut, pastikan untuk minum air putih lebih sering. Jika memungkinkan, pilih juga jenis kopi decaf, agar mulut Anda tidak mengalami kekeringan. Agar terhindar dari risiko gigi berlubang, sebaiknya gunakan pula pemanis sugar free. Selain itu, Anda juga bisa mengunyah permen karet yang mengandung xylitol agar produksi air liur bisa terangsang dan menurunkan risiko terjadinya gigi berlubang. 9. Keseringan Makan Camilan ManisApakah Anda termasuk sering makan camilan manis di siang hari? Jika ya, itu berarti bahwa Anda telah membiarkan gigi berendam dalam gula secara terus-menerus. Hal tersebut bisa mengundang hadirnya si kuman di mulut. Kuman akan menghasilkan zat asam yang dapat merusak lapisan enamel gigi. Akibatnya, gigi menjadi mudah berlubang dan risiko Anda mengalami diabetes juga akan meningkat. 10. Konsumsi Minuman Berenergi setelah Olahraga Sehabis olahraga, belum lengkap rasanya jika tidak mengonsumsi minuman berenergi. Memang, minuman berenergi tersebut seakan-akan memberikan efek segar dan bersifat menggantikan tenaga yang hilang. Namun dibalik itu, minuman energi juga bisa memberikan dampak buruk untuk kesehatan gigi Anda karena memiliki kandungan gula dan asam yang tinggi. Alhasil, kesehatan gigi dan mulut Anda pun bisa terancam. Nyatanya, konsumsi minuman berenergi dapat merusak gigi kira-kira 20 menit setelahnya. Dan, karena minuman ini tidak terlalu manis, Anda pun akan tertarik untuk terus mengonsumsinya. Hal ini bisa meningkatkan risiko gigi berlubang dan diabetes hingga berkali-kali lipat, lho! Itu dia beberapa kebiasaan buruk yang merusak gigi. Jika Anda merasa pernah melakukannya, segera koreksi agar kesehatan gigi dan mulut senantiasa terjaga. Dan yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk periksa ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali. Ingin tahu lebih lanjut mengenai kebiasaan buruk yang merusak gigi? Atau, Anda punya pernyataan lain seputar gigi dan mulut? Jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter gigi melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. NB/RPAGigiMulutGigi berlubang